Politik
Beranda » KESADARAN AKAN KETERTINGGALAN: AWAL PERJUANGAN GARUT UTARA

KESADARAN AKAN KETERTINGGALAN: AWAL PERJUANGAN GARUT UTARA

Oleh: Ir. Dede Salahudin, MM

Sekretaris Umum PM GATRA

 

GARUT, TEUMPO.COM – Tidak ada perjuangan besar yang lahir tanpa diawali oleh sebuah kesadaran. Kesadaran bahwa keadaan hari ini belum cukup baik, bahwa ada ketertinggalan yang harus diakui, dan bahwa masa depan tidak akan berubah jika cara berpikir kita tetap sama.

Garut Utara sesungguhnya bukan daerah yang miskin potensi. Wilayahnya luas, penduduknya besar, sumber daya alamnya melimpah, masyarakatnya religius, serta telah melahirkan banyak tokoh nasional, ulama, akademisi, birokrat, pengusaha, bahkan menteri. Garut Utara memiliki modal intelektual dan modal moral yang sangat kuat. Dalam ungkapan sederhana, “otaknya menteri, hatinya santri.”

Persis Karangtengah Teguhkan Arah Perjuangan, Ustadz Rahmat Kembali Terpilih sebagai Ketua

Lalu mengapa Garut Utara masih tertinggal?

Jawabannya bukan karena rakyatnya tidak mampu. Bukan pula karena daerah ini tidak memiliki potensi. Yang menjadi persoalan adalah cara berpikir kolektif dalam memandang masa depan.

Kita terlalu lama merasa nyaman dengan keadaan yang ada. Terlalu sering menganggap keterlambatan sebagai sesuatu yang wajar. Terlalu banyak energi dihabiskan untuk memperdebatkan perubahan daripada mempersiapkannya. Akibatnya, momentum demi momentum berlalu, sementara daerah lain terus melangkah.

Kegagalan berpikir bukan berarti rendahnya tingkat kecerdasan. Kegagalan berpikir terjadi ketika kepentingan pribadi lebih dominan daripada kepentingan bersama, ketika rasa takut berubah lebih besar daripada keberanian mengambil keputusan, ketika data dan kajian ilmiah dikalahkan oleh persepsi dan kepentingan jangka pendek, serta ketika status quo lebih dipertahankan daripada menciptakan masa depan yang lebih baik.

Inilah parameter yang harus kita renungkan bersama.

Selama puluhan tahun, perjuangan pembentukan Kabupaten Garut Utara menghadapi berbagai tantangan. Namun tantangan terbesar sesungguhnya bukan moratorium, bukan regulasi, dan bukan pula keterbatasan anggaran. Tantangan terbesar adalah membangun kesadaran bahwa ketertinggalan tidak boleh diterima sebagai takdir.

Setiap tahun keterlambatan memiliki harga yang mahal. Anak-anak kehilangan kesempatan memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik. Masyarakat menempuh jarak yang lebih jauh untuk mendapatkan pelayanan pemerintahan. Potensi ekonomi tumbuh lebih lambat. Investasi tertunda. Peluang kerja hilang. Semua itu adalah biaya dari keputusan yang terus ditunda.

Karena itu, perjuangan Garut Utara bukan sekadar memperjuangkan sebuah daerah otonom baru. Perjuangan ini adalah perjuangan mengubah cara berpikir. Dari berpikir sempit menjadi berpikir strategis. Dari mempertahankan keadaan menjadi menciptakan perubahan. Dari kepentingan pribadi menuju kepentingan kolektif. Dari sekadar mengelola hari ini menjadi menyiapkan masa depan.

Sejarah menunjukkan bahwa setiap kemajuan selalu diawali oleh keberanian berpikir berbeda. Tidak ada daerah yang maju hanya karena memiliki sumber daya. Daerah menjadi maju karena memiliki pemimpin dan masyarakat yang mampu membaca zaman, mengambil keputusan berdasarkan data, serta berani mengorbankan kepentingan jangka pendek demi kemaslahatan generasi mendatang.

Sudah saatnya Garut Utara memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar menyampaikan aspirasi, melainkan membangun kesadaran bersama bahwa perubahan adalah kebutuhan, bukan ancaman.

Perjuangan ini bukan tentang membentuk kabupaten semata. Perjuangan ini adalah tentang membangun peradaban baru: peradaban yang lahir dari kesadaran, dipandu oleh ilmu pengetahuan, diperkuat oleh persatuan, dan diarahkan sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Sebab, daerah tidak akan pernah maju hanya karena memiliki potensi. Daerah akan maju ketika masyarakatnya memiliki keberanian untuk mengakui ketertinggalannya, memperbaiki cara berpikirnya, dan bersama-sama memperjuangkan masa depan yang lebih baik.

 

Red/Abie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement