GARUT, TEUMPO.COM – Komitmen untuk memastikan tumbuh kembang peserta didik tidak berhenti di ruang kelas dan lingkungan asrama. Tenaga pendidik, wali asuh, dan wali asrama Sekolah Rakyat Terintegrasi 39 Garut terus membangun kedekatan dengan siswa melalui program Home Visit, yang kali ini dilaksanakan di Kampung Pogor dan Kampung Pasir Pogor, Desa Padaasih, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Kamis, 25 Juni 2026.
Kegiatan yang dipimpin oleh D. Panji Suhenda selaku Wali Asuh sekaligus Pendamping Sosial tersebut menyasar dua peserta didik, yakni Raisa dan Salsabila. Home visit dilakukan sebagai bagian dari upaya monitoring perkembangan siswa selama masa liburan sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Tidak hanya mengunjungi rumah siswa, tim juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Padaasih dan berbagai pihak di lingkungan setempat untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan peserta didik di tengah keluarga dan masyarakat.
Menurut D. Panji Suhenda, program home visit merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan keluarga sebagai mitra strategis dalam membentuk karakter dan masa depan anak.
“Kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan karakter positif yang dibangun di sekolah maupun asrama tetap terjaga ketika siswa berada di rumah. Karena pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang memiliki kesinambungan antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial,” ujar Panji.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemantauan akademik, tetapi juga melihat kondisi psikososial, pola interaksi keluarga, kebiasaan sehari-hari, hingga tantangan yang dihadapi siswa selama berada di lingkungan rumah.
Home visit juga menjadi sarana evaluasi terhadap manfaat kehadiran Sekolah Rakyat bagi masyarakat. Melalui dialog bersama keluarga dan pemerintah desa, tim berupaya mengetahui sejauh mana program Sekolah Rakyat telah memberikan dampak positif bagi kehidupan peserta didik dan keluarganya.
“Kami ingin mendengar langsung suara masyarakat. Bagaimana perubahan yang dirasakan keluarga, bagaimana perkembangan anak setelah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, serta apa yang masih perlu diperkuat ke depan. Masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan pendidikan yang lebih baik,” katanya.
Kepala keluarga dan masyarakat setempat menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai kunjungan langsung dari pihak sekolah menunjukkan kepedulian yang nyata terhadap perkembangan peserta didik, bahkan ketika proses pembelajaran sedang berlangsung di luar lingkungan sekolah.

Koordinasi dengan Pemdes Pada Asih, Kec. Pasirwangi. Untuk mengetahui sejauh mana kemanfaatan SR bagi warganya.
Program Home Visit menjadi salah satu pendekatan khas Sekolah Rakyat Terintegrasi 39 Garut dalam membangun pendidikan yang lebih humanis dan berkelanjutan. Melalui kunjungan langsung ke rumah siswa, sekolah tidak hanya hadir sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai mitra keluarga dalam membentuk generasi yang berkarakter, mandiri, dan berdaya saing.
Di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, langkah sederhana berupa mengetuk pintu rumah siswa justru menjadi cara efektif untuk memastikan bahwa setiap anak tetap tumbuh dalam perhatian, pendampingan, dan harapan yang sama: menjadi pribadi yang unggul dan membawa manfaat bagi masyarakat.
Reporter: Abie
Editor: Firah Rahmawati

Komentar