Ekonomi
Beranda » Asesmen PPSE di Sucinaraja, Pendamping PKH Petakan Potensi Usaha KPM Menuju Kemandirian

Asesmen PPSE di Sucinaraja, Pendamping PKH Petakan Potensi Usaha KPM Menuju Kemandirian

GARUT, TEUMPO.COM – Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Sucinaraja, Agus Ramdani, melaksanakan kegiatan Asesmen Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Kampung Cirendang, Desa Cigadog, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Kamis, 25 Juni 2026.

Asesmen dilakukan kepada Euis Sumarni, KPM PKH kohort 2014 yang saat ini menjalankan usaha warung sebagai salah satu sumber penghasilan keluarga. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Sosial dalam memetakan kondisi sosial ekonomi dan potensi usaha KPM yang dinilai siap untuk mendapatkan program pemberdayaan.

Dalam proses asesmen, Agus Ramdani melakukan wawancara mendalam terkait kondisi keluarga, sumber pendapatan, perkembangan usaha, aset produktif, hingga kebutuhan pengembangan usaha yang dimiliki oleh Euis Sumarni.

Menurut Agus, asesmen PPSE menjadi instrumen penting untuk memastikan program pemberdayaan yang diberikan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki oleh masing-masing keluarga penerima manfaat.

“Asesmen ini bukan sekadar pendataan, tetapi bagian dari ikhtiar untuk melihat secara langsung kondisi riil KPM. Dengan data yang akurat, program pemberdayaan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga,” kata Agus Ramdani.

Pemkab Garut Luncurkan BALEBAT, Bantuan Khusus bagi Keluarga Miskin yang Belum Terjangkau Bansos Reguler

Ia menambahkan, KPM yang telah memiliki usaha produktif memiliki peluang lebih besar untuk berkembang apabila memperoleh pendampingan dan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan usahanya.

“Kami berharap melalui PPSE, keluarga yang telah memiliki usaha dapat semakin mandiri secara ekonomi dan secara bertahap mampu meningkatkan kualitas hidup keluarganya,” ujarnya.

Sementara itu, Euis Sumarni mengaku bersyukur karena usahanya mendapat perhatian melalui kegiatan asesmen yang dilakukan oleh pendamping PKH. Menurutnya, usaha warung yang dijalankan selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga meskipun masih menghadapi berbagai keterbatasan modal dan pengembangan usaha.

“Alhamdulillah saya merasa senang karena usaha yang saya jalankan diperhatikan. Mudah-mudahan ke depan usaha warung ini bisa berkembang sehingga dapat membantu ekonomi keluarga menjadi lebih baik,” tutur Euis Sumarni.

Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) merupakan salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga penerima bantuan sosial melalui pendekatan pemberdayaan yang berbasis pada potensi dan kemampuan usaha yang dimiliki oleh masyarakat.

Melalui asesmen yang dilakukan secara langsung di lapangan, pemerintah berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kesiapan KPM dalam mengembangkan usaha produktif serta mempercepat terwujudnya graduasi kesejahteraan secara berkelanjutan.

 

Reporter: Abie
Editor: Firah Rahmawati

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement