Pendidikan

Kurikulum Baru Persis: Beradab dalam Karakter, Kritis dalam Berpikir, Tangguh dalam Berdakwah

Tangguh dalam Berdakwah

Persis adalah gerakan dakwah. Karena itu, pendidikan Persis pada hakikatnya adalah proses kaderisasi dakwah.

Kita tidak sedang mendidik peserta didik hanya untuk menjadi pencari kerja. Kita sedang mempersiapkan mereka menjadi pembawa risalah, penerus perjuangan, dan pelayan umat.

Dakwah hari ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding masa sebelumnya. Ruang dakwah tidak lagi terbatas pada mimbar dan masjid. Dakwah hadir di media sosial, platform digital, ruang publik, bahkan dalam percakapan sehari-hari.

Karena itu, generasi Persis harus memiliki ketangguhan mental, keluasan wawasan, kemampuan komunikasi, serta keberanian menyampaikan kebenaran dengan hikmah.

Bidgar Pendidikan PD Persis Garut Rampungkan TOT Kurikulum Khas, Siap Terapkan di Tahun Ajaran Baru

Allah Swt. berfirman:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

“Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.” (QS. An-Nahl: 125)

Ketangguhan dalam berdakwah bukan sekadar kemampuan berbicara. Ia adalah kemampuan menjaga prinsip ketika menghadapi tekanan, tetap optimis ketika menghadapi tantangan, dan terus bergerak meski jalan dakwah tidak selalu mudah.

Pendidikan sebagai Proyek Peradaban

Kurikulum Baru Persis sesungguhnya adalah proyek peradaban. Ia bukan hanya berbicara tentang target pembelajaran atau capaian akademik. Ia berbicara tentang manusia seperti apa yang ingin kita lahirkan pada masa depan.

Kita ingin melahirkan generasi yang akalnya tercerahkan oleh ilmu, hatinya dipenuhi iman, dan geraknya diarahkan untuk kemaslahatan umat.

Di tengah dunia yang berubah begitu cepat, Persis memilih untuk tetap berpijak pada nilai-nilai Islam yang kokoh sambil membuka diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena masa depan tidak akan dimenangkan oleh mereka yang sekadar mengikuti perubahan, tetapi oleh mereka yang mampu memimpin perubahan.

Kurikulum Baru Persis adalah ikhtiar menuju cita-cita itu. Ikhtiar melahirkan generasi yang beradab dalam karakter, kritis dalam berpikir, dan tangguh dalam berdakwah.

Sebab pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang mencetak orang yang sukses dalam hidupnya, tetapi tentang melahirkan manusia yang mampu memberi makna bagi kehidupan orang lain dan menghadirkan cahaya Islam bagi peradaban dunia.

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement